Entah apa yang ada di benakku. Semilir angin bertiup mengiringi desahan nafas tersengal oleh kehadiran bayangmu. Sulit terlukiskan betapa muridmu merindukanmu. Sedetik itu juga ku raup selembar kertas yang tergeletak di meja lengkap dengan bolpoint. Perlahan ku tuangkan coretan demi coretan sebagai luapan tanda jasa. Ya...meskipun hanya tulisan dimana bagiku begitu berharga. Di hari spesial ini aku ingin mengajak ibu Lestari sedikit mengingat perjalanan masa kecilku ketika masih duduk di bangku TK(Taman Kanak-kanak). Mungkin ibu sudah lupa bahkan tidak mengingatnya. Dahulu bisa dibilang aku merupakan salah satu murid yang susah diatur. Teringat disaat pemilihan peserta untuk karnaval. Kebetulan ibu menyuruhku memakai pakaian adat. Sesampainya di rumah aku pun merengek minta orangtua secepatnya disewakan pakaian tersebut. Tepat di hari H, dengan kostum beserta riasan lengkap semua murid berkumpul di sekolah terlebih dulu guna absensi siswa. Tak tahu kenapa tiba-tiba aku ngambek dan memutuskan batal mengikuti karnaval. Ibu pun tidak ambil diam dan segera menghiburku. Orang tuaku pun sedikit marah melihat tingkahku seperti itu. Beliau merasa iba melihat kepada Ibu Lestari yang seharusnya tidak hanya memperdulikan aku seorang. Setelah lama menunggu, akhirnya hatiku luluh dengan sebuah es krim rasa coklat. Seketika itu ibu tersenyum kepadaku tanda kesuksesan merayuku. Aku juga mengajukan syarat, ketika di tengah perjalanan arak-arakan karnaval nanti aku capek Bu Lestari dan orangtuaku harus bergantian menggendongku. Mereka pun mengganguk pelan setuju.
Itulah sekilas masa lalu di waktu kecilku. Semoga bisa menjadi catatan penting dari bagian hidupku. Terima kasih atas segalanya yang telah engkau berikan ibu guruku. Aku sangat yakin mulai detik ini dan seterusnya ibu sangat pantas mendapat gelar Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Sebuah gelar bagi seseorang yang berjasa dalam bidang ilmu pendidikan. Berkat semua ilmumu, engkau telah menhantarkakau menjadi seorang pelajar SMA sesungguhnya.
TERIMA KASIH KU UCAPKAN...
DARI DASAR LUBUK HATIKU...
SELAMAT HARI GURU...IBU LESTARI
DOAKU SELALU MENYERTAIMU....
Rabu, 25 November 2009
Minggu, 25 Oktober 2009
Puluhan Kilo tak menjadi Hambatan
“Meskipun jarak terbentang,aku tetap semangat bersekolah,”begitulah ungakapan Assayid Muhammad Haqqi Annazili biasa dipanggil Assa ketika diwawancarai di kelasnya. Perkataan tersebut seolah menjadi prinsip hidup cowok lulusan SMP Plus Ar-Rahmat ini. Berbekal kemauan dan niat kuat, akhirnya dia bisa lulus PSB (Penerimaan Siswa Baru) Online di Smada tahun 2008/2009. Sedikit bercerita, sekolah Smada baginya merupakan sekolah favorit sebagai jalan mencapai cita-cita. Tidak hanya itu mempunyai teman dan sahabat banyak juga penting ketika bersosialisasi di sekolah. Akan tetapi siapa sangka cowok kelahiran Bojonegoro,27 Februari 1993, berangkat sekolah terkadang naik sepeda pancal. Dia mengaku jarak rumahnya ke Desa Sumuragung RT.04 RW.02 Sumberrejo adalah 20 km. Bisa dibayangkan betapa jauh serta capeknya Asa memancal sepeda. Dari rumah Asa berangkat pukul 05.30 WIB, sedangkan kalau naik kendaraan umum pukul 06.00 WIB. Pecinta sate ayam sekaligus es degan, mempunyai pengalaman pahit dan menyenangkan selama di Smada. Pahit ketika terlambat sekolah, senang ketika dikerjain dan mengerjain ketika ulang tahun. “Saya pernah terlambat, kemudian disuruh lari keliling lapangan bola basket 3 kali,” ungkapapnya sedikit malu.
Berbicara tentang pelajaran, Biologi lah kesukaannya. Putra dari pasutri (pasangan suami isteri) Bapak Maskun dan Ibu Alucha ini,memang pecinta Biologi sejak SMP. Baginya Biologi merupakan pelajaran menarik untuk digandrungi dan banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menarik di sini mempunyai arti menyenangkan. Pengidola orang terwahid di dunia, Nabi Muhammad SAW berkeinginan menjadi scientist (ilmuwan). “Aku ingin menemukan sebuah alat pembunuh virus ,”tuturnya serius. Penggila hobi browsing internet serta mancing tersebut telah menorah prestasi banyak di bidang ilmu biologi. Diantaranya Juara 2 Olimpiade Biologi tingkat Kabupaten saat duduk di SMP tahun 2007, Juara 3 Science and Social Olimpiade tahun 2008, Juara 1 Olimpiade Biologi tingkat Kabupaten saat SMA pada tahun 2009. Ketika ditanya,” Semua itu adalah ridho Allah SWT dengan bantuan 80% do’a, usaha&tawakal 20%,” ungkapnya sedikit religius. Mengenai guru favorit, cowok berpostur tinggi yang sekarang duduk di kelas Res1pient (Remaja Sebelas IPA Satu Exellent), Bapak Taufiqurrohman tuturnya. “Pak Taufik itu sosok guru yang ideal dan mampu berbaur dengan siswa didiknya,”jelas Asa disertai wajah berbinar. Mengnai fasilitas Smada dia beranggapan sudah baik, namun masih ada kerusakan sarana dan prasarana akibat banjir tahun lalu melanda. Alumni siswa kelas PAZTEL COM. (Pasukan Sepuluh Telu) 2009, berpesan kepada adik-adik dan kaka-kakak kelas,” Jaga sikap,pikiran & ucapan,bersikap baik kepada orang yang lebih tua dri kamu,”. Untuk kakak kelas,”Semoga lulus UNAS 100%,” tutup Asa ketika mengakhiri pembicaraannya.
PROFIL SISWA
Nama : Assayid Muhammad Haqqi Annazili
TTL : Bojonegoro, 27 Februari 1993
Alamat : Ds. Sumuragung RT.04 RW.02 Sumberrejo -Bojonegoro
Hobi : Browsing internet, mancing
Cita-cita : Scientist
Makanan fav. : Sate ayam
Minuman fav : Es degan
Idola : Nabi Muhammad SAW
Nama ayah : Maskun
Pekerjaan : Wiraswasta
Nama ibu : Alucha
Pekerjaan : Penjahit
Motto : Doa 80%, Usaha dan tawakal 20%
Prestasi:-Juara 2 Olimpiade tinkat Kabupaten SMP, 2007
-Juara 3 Science and Social Olimpiade 2008
-Juara 1 Olimpiade Biologi tinkat Kabupaten SMA, 2009
Pendidikan:
-TK ABA 1 Sumberrejo
-SD MIM 18 Sumberrejo
-SMP Plus Ar-rahmat
-SMAN 2 Bojonegoro
Berbicara tentang pelajaran, Biologi lah kesukaannya. Putra dari pasutri (pasangan suami isteri) Bapak Maskun dan Ibu Alucha ini,memang pecinta Biologi sejak SMP. Baginya Biologi merupakan pelajaran menarik untuk digandrungi dan banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menarik di sini mempunyai arti menyenangkan. Pengidola orang terwahid di dunia, Nabi Muhammad SAW berkeinginan menjadi scientist (ilmuwan). “Aku ingin menemukan sebuah alat pembunuh virus ,”tuturnya serius. Penggila hobi browsing internet serta mancing tersebut telah menorah prestasi banyak di bidang ilmu biologi. Diantaranya Juara 2 Olimpiade Biologi tingkat Kabupaten saat duduk di SMP tahun 2007, Juara 3 Science and Social Olimpiade tahun 2008, Juara 1 Olimpiade Biologi tingkat Kabupaten saat SMA pada tahun 2009. Ketika ditanya,” Semua itu adalah ridho Allah SWT dengan bantuan 80% do’a, usaha&tawakal 20%,” ungkapnya sedikit religius. Mengenai guru favorit, cowok berpostur tinggi yang sekarang duduk di kelas Res1pient (Remaja Sebelas IPA Satu Exellent), Bapak Taufiqurrohman tuturnya. “Pak Taufik itu sosok guru yang ideal dan mampu berbaur dengan siswa didiknya,”jelas Asa disertai wajah berbinar. Mengnai fasilitas Smada dia beranggapan sudah baik, namun masih ada kerusakan sarana dan prasarana akibat banjir tahun lalu melanda. Alumni siswa kelas PAZTEL COM. (Pasukan Sepuluh Telu) 2009, berpesan kepada adik-adik dan kaka-kakak kelas,” Jaga sikap,pikiran & ucapan,bersikap baik kepada orang yang lebih tua dri kamu,”. Untuk kakak kelas,”Semoga lulus UNAS 100%,” tutup Asa ketika mengakhiri pembicaraannya.
PROFIL SISWA
Nama : Assayid Muhammad Haqqi Annazili
TTL : Bojonegoro, 27 Februari 1993
Alamat : Ds. Sumuragung RT.04 RW.02 Sumberrejo -Bojonegoro
Hobi : Browsing internet, mancing
Cita-cita : Scientist
Makanan fav. : Sate ayam
Minuman fav : Es degan
Idola : Nabi Muhammad SAW
Nama ayah : Maskun
Pekerjaan : Wiraswasta
Nama ibu : Alucha
Pekerjaan : Penjahit
Motto : Doa 80%, Usaha dan tawakal 20%
Prestasi:-Juara 2 Olimpiade tinkat Kabupaten SMP, 2007
-Juara 3 Science and Social Olimpiade 2008
-Juara 1 Olimpiade Biologi tinkat Kabupaten SMA, 2009
Pendidikan:
-TK ABA 1 Sumberrejo
-SD MIM 18 Sumberrejo
-SMP Plus Ar-rahmat
-SMAN 2 Bojonegoro
Kamis, 23 Juli 2009
Peneriman siswa baru online telah selesai dilaksanakan. Tahun 2009, seperti biasa SMADA menyediakan kursi sebanyak 238 bagi siswa yang telah berhasil masuk dengan persaingan danem SMP. Kegiatan MOS pun telah menunggu. Selama 3 hari berturut-turut (13,14,15) semua siswa akan terlibat dalam kegiatan tersebut. Seru, sedih, senang pasti bercampur aduk mewarnai hari itu.
Liburan sekolah minggu ke-2, terlihat agak terganggu bagi siswa-siswi yang tergabung dalam Pengurus OSIS dan MPK. Pasalnya mereka tidak bersenang-senang karena harus mengikuti kegiatan rapat. Rabu (08/7) rapat 1 pembentukan Panitia MOS. Rapat berlangsung pukul 09.00 hingga 12.30 WIB, menghasilkan berbagai peraturan serta tugas-tugas sebagai panitia termasuk para PK (Pembimbing Kelas). Bagi para PK dan pengurus inti rapat akan berlanjut di hari J um'at (10/7) dengan tema persiapan Outbond. Di hari itu tidak hanya siswa yang datang, melainkan beberapa guru juga ikut hadir. Diantaranya Bapak H.Muchsin, Bapak Siswanto, Bapak Ahmad dan Ibu Ninikworo. Mereka bertiga menjelaskan tata cara sekaligus permainan apa saja yang disuguhkan di Outbond nanti. Alhasil 7 permainan disepakati. Menjinakkan bom, kereta antik, memindahkan air, berdiri serentak, si buta si tuli dan si bisu,sarang laba-laba dan memindahkan ring tersebut adalah diantaranya. Sebelumnya ada peraturan terseru yaitu memanggil kakak-kakak Panitia MOS dengan sebutan Kange dan Yune. Jika salah menyebut akan dikenakan DAM 5 buah permen relaxa. Berikutnya Sabtu (11/7) seua Panitia MOS tetap tidak bisa santai, karena harus datang ke sekolah. Hari itu merupakan acara PraMOS beserta daftar ulang terakhir siswa baru. Meskipun di jadwal tercantum pukul 12.00 WIB, Panitia MOS wajib datang pukul 09.00 WIB untk mendapatkan peNgarahan agar kegiatan MOS yang berjalan mulai hari Senin berjalan baik dan lancar. Tepat pukul 13.00 PraMOS dimulai. Setiap PK masuk ke kelas yang telah ditunjuk untuk didampingi. Hari itu setiap PK menjelaskan tentang peraturan-peraturan MOS dan barang-barang apa saja yang harus dibawa. Setiap siswa setiap hari wajib membawa 2 buku tulis berisi 58 lembar bermerk sidu dengan sampul sesuai kelas, bolpoint faber castell SMADABO, mengenakan pita untuk putra dibuat dasi serta putri digunakan untuk mengikat rambut dengan panjang&lebar telah ditentukan, membuat nama meja berbentuk segitiga, membuat kartu nama peserta MOS menggunakan kertas buffalo tanpa dilaminating, membuat tas MOS terbuat dari kardus air minum gelas, tali rafia berdasarkan kelas, tas dilapisi kertas putih dari kalender, sandal swallow digantung di tas. Kemudian untuk tas bagian belakang diberi foto hitam putih 3x4 1 lembar untuk pojok kanan atas dengan bagian bawah terdapat tulisan SMADABO A Great Place TO be Smart. Berbeda dengan tahun lalu, tahun ada tambahan lagi. Setiap siswa disuruh mencari makna barang apa saja yang harus dibawa, seperti 1000 biji matahari di bawah mata sapi kero ke kiri dibungkus daun pisang, membawa air mineral 1000 ml dalam bentuk botol/gelas tanpa merusak segel dari toko. Kemudian setiap hari membawa koran kompas/ jawa pos, mengenakan kalung dari permen relaxa unu/expresso, membuat nama dari bungkus permen relaxa di kertas karton. Untuk hari ke-3 masihada tuntutan yaitu setiap siswa harus membawa 2 batang coklat silverquen ukuran sedang/besar, 2 permen lolipop alpenlibe rasa terserah, membuat surat cinta berisi saran dan kritik untuk kakak-kakak Panitia MOS, membawa uang maksimal 7 ribu berupa uangkertas seribuan dan membawa wadah berkat (baskom)yang berlubang berwarna merah bertali rafia. Setelah diberi penjelasan, semua peserta MOS dan panitia dipersilahkan pulang agar kondisi ketika MOS tetap fit.
Hari yang dinanti pun akhirnya tiba juga. Semua peserta MOS dengan pakaian gaya baru dengan pedenya memasuki SMADA. Mereka terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Hari pertama (13/07),tepatnya pukul 07.15 upacara Pembukaan MOS. Berbagai puji syukur sekaligus motivasi semangat belajar dilontarkan Bapak Drs. Nurali selaku The Master of SMADA kepada siswa baru. Setelah upacara, semua peserta MOS digiring memasuki kelas masing-masing guna mendapatkan materi Tata Tertib Sekolah, Adi Wiyata, Pengenalan Diri Siswa dan Pengenalan Program Sekolah dari bapak ibu guru. Materi pertama berlangsung dari pukul 08.30-09.30 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan istirahat. Bagi para siswa baru , waktu istirahat tidak digunakan untuk bersenang-senang. Mereka berusaha mendapatkan 15 tanda tangan dari 40 Panitia MOS, 5 guru serta 10 teman baru. Tidak terasa waktu terus berlalu dan acara terus berjalan. Materi ke 2&3 dimulai dari pukul 10.00-11.45 WIB. Kemudian para siswa diberi waktu untuk rileks karena Panitia Keamanan segera beroperasi. Panitia Keamanan masuk per kelas unutk meneliti barang-barang MOS sudah benar apa belum. Dobrakan salam dari Ketua OSIS mengagetkan semuanya termasuk PK (Pembimbing Kelas). Wajah yang semula santai berubah menjadi tegang. Satu persatu siswa terjejer rapi di luar kelas karena melakukan kesalahan. Bahkan ada juga yang sampai menangis saking takutnya. Setelah diberi latihan mental (dimarahi), peserta MOS dipersilahkan masuk lagi ke kelas dengan posisi menunduk. Beberapa ancaman pun terlontar dari Panitia Keamanan jika melakukan kesalahan di hari ke-2. Begitu keluar dari kelas, para siswa bernafas lega. Mereka mencoba mencari kesalahan sera membenahinya. Setelah satu persatu kelas dimasuki Panitia Keamanan, kegiatan selanjutnya isoha (istirahat, sholat,makan). Istirahat ke-2 ini tetap digunakAn para siswa meminta tanda tangan. Sementara itu, Sie Permainan dari OSIS menyegarkan suasana dengan mengisi permainan yang menghibur. Alhasil semuanya tertawa riang gembira. Pukul 15.00 WIB, kegiatan bersih-bersih dimulai. Sebelumnya Panitia MOS sudah membagi daerah yang akan dibersihkan siswa per kelas. Seperti contohnya, siswa X-4 membersihkan arena depan parkir sepeda pancal. Selama 30 menit bersama PK kegiatan tersebut berjalan lancar. Selanjutnya siswa masuk ke kelas lagi untuk persiapan pulang. Karena dari awal waktunya sudah molor, akhirnya pulangnya pukul 15.30. Berbagai komplain pun membludak, terutama orang tua siswa yang telah menunggu sejak siang tadi. Ketika semua siswa pulang, para Panitia MOS berkumpul di kelas XI-IA 1 untuk mendapatkan pengarahan+evaluasi dari P.Muchsin mengenai kegiatan MOS di hari 1. Setiap PK melaporkan kegiatan apa saja yang terjadi di kelas. Pukul 16.30, rapat selesai dan panitia diperbolehkan pulang.
Di hari ke-2 MOS berjalan sesuai kenginan. Pukul 07.00 WIB, para peserta digiring ke lapangan basket untuk apel pagi. Kemudian dilanjutkan materi PBB dengan pembimbing kakak-kakak OSIS. Dalam kegiatan itu, para peserta diajari cara berbaris dengan baik dan benar. Sekitar waktu 08.30 WIB, peserta dimasukkan ke kelas untuk menerima materi dari guru seperti kemarin. Istirahat pun berlangsung pada pukul 09.30 WIB. Seperti biasa waktu istirahat digunakan meminta tanda-tangan, karena maksimal harus mendapatkan 35 tanda tangan. Kalau tidak, siap saja terkena hukuman dari Panitia Keamanan. Dua puluh menit berlalu, siswa kembali mendapat materi hingga pukul 11.45 WIB. Kemudian 15 menit diberikan siswa agar mempersiapkan diri menghadapi Panitia Keamanan. Suara keras mengagetkan menjadi simbol Panitia Keamanan ketika memasuki kelas. Setelah bertegang tegangan giliran Sie Permainan untuk menghibur. Pada waktu 13.15 WIB, waktunya ishoma. Setiap siswa bergiliran untuk sholat dan tadarus alqur'an. Kurang lebih pukul 14.30 WIB perkelas mendapatkan materi di ruang multimedia dengan dipandu Bapak Prawoto. Materi kali ini bebeda, yaitu tentang pentingnya SDA yang berupa air. Dalam sela-sela pemberian materi, Bapak Prawoto juga membagikan majalah+stiker ultah web SMADA ke-2. Hadiah itu berhak didapat kepada siswa yang berani menjawab pertanyaan. Setelah selesai,para siswa berganti atasan putih untuk melaksanakan bersih-bersih. Kemudian pukul 15.30 WIB peserta MOS dipersilahkan pulang. Tetapi bagi panitia harus berkumpul terlebih dahulu untuk mengevaluasi kegiatan MOS di hari ke-2. Pukul 16.15 Panitia MOS baru diperbolehkan pulang.
Rabu (15/7) merupakan hari terakhir MOS di SMADA. Pagi itu para peserta MOS tidak lupa melaksanakan apel pagi. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Outbond yang berlangsung pukul 17.30-11.00 WIB. Semua siswa baru tampak senang ketika mengikuti acara itu. Mereka merasa lega walaupun sesaat karena sehabis ini masih ada Keamanan. Sekitar 15 menit beristirahat, tiba saatnya Panitia Keamanan berkuasa. Untuk terakhir kali ,ketegasan serta hukuman yang diberikan Keamanan tidak terlalu berat. Mereka sengaja akting marah dengan ujungnya minta ma'af. Bahkan ada juga yang begitu terharu sampai menitihkan air mata. Setelah itu PK memasuki kelas masing-masing untuk mengomando anak buahnya mengumpulkan coklat sekaligus surat cinta. Sementara peserta MOS istirahat, kakak-kakak Panitia sibuk mempersiapkan diri menghitung coklat dan persiapan PENSI. Istirahat kali ini memang benar-benar istirahat. Pasalnya siswa tidak ada lagi yang mengurusi tanda tangan. Mereka semua bersenang- riang karena MOS akn selesai. Pukul 14.30, para siswa sekaligus panitia menuju ke lapangan basket. Sebelum PENSI, acara yang tidak kalah seru adalah ajang balas dendam adik-adik kelas kepada Panitia MOS. Kegiatan ini berjalan seru dan menyenangkan. Kemudian pukul 16.00, PENSI dimulai. Penampilan dari adik-adik kelas turut mengisi kegiatan tersebut. Tidak lupa lagi sambutan-sambutan Bapak Kepala Sekolah, Ketua OSIS periode 2008/2009 dan mantan Ketua OSIS periode 2008/2009 juga menambah kehebohan PENSI. PENSI kali ini tidak seperti tahun lalu karena ada beberapa penampilan tidak ditampilkan disebabkan waktunya sudah sore. Sebagai penutup, pengumuman kakak ter-ter telah disampaikan. Acara berikutnya yaitu upacara penutupan MOS. Semua adik-adik kelas, seluruh Panitia MOS serta bapak ibu guru berbaris rapi di depan kantor guna bersalam-salaman meminta ma'af. Tetesan air mata pun juga tak terbendungakan. Semoga hari ini menjadi kenangan terindah awal masuk SMADA tercinta ini. Jadikanlah hari ini lebih baik dari hari kemarin. Sukses terus semuanya.
Liburan sekolah minggu ke-2, terlihat agak terganggu bagi siswa-siswi yang tergabung dalam Pengurus OSIS dan MPK. Pasalnya mereka tidak bersenang-senang karena harus mengikuti kegiatan rapat. Rabu (08/7) rapat 1 pembentukan Panitia MOS. Rapat berlangsung pukul 09.00 hingga 12.30 WIB, menghasilkan berbagai peraturan serta tugas-tugas sebagai panitia termasuk para PK (Pembimbing Kelas). Bagi para PK dan pengurus inti rapat akan berlanjut di hari J um'at (10/7) dengan tema persiapan Outbond. Di hari itu tidak hanya siswa yang datang, melainkan beberapa guru juga ikut hadir. Diantaranya Bapak H.Muchsin, Bapak Siswanto, Bapak Ahmad dan Ibu Ninikworo. Mereka bertiga menjelaskan tata cara sekaligus permainan apa saja yang disuguhkan di Outbond nanti. Alhasil 7 permainan disepakati. Menjinakkan bom, kereta antik, memindahkan air, berdiri serentak, si buta si tuli dan si bisu,sarang laba-laba dan memindahkan ring tersebut adalah diantaranya. Sebelumnya ada peraturan terseru yaitu memanggil kakak-kakak Panitia MOS dengan sebutan Kange dan Yune. Jika salah menyebut akan dikenakan DAM 5 buah permen relaxa. Berikutnya Sabtu (11/7) seua Panitia MOS tetap tidak bisa santai, karena harus datang ke sekolah. Hari itu merupakan acara PraMOS beserta daftar ulang terakhir siswa baru. Meskipun di jadwal tercantum pukul 12.00 WIB, Panitia MOS wajib datang pukul 09.00 WIB untk mendapatkan peNgarahan agar kegiatan MOS yang berjalan mulai hari Senin berjalan baik dan lancar. Tepat pukul 13.00 PraMOS dimulai. Setiap PK masuk ke kelas yang telah ditunjuk untuk didampingi. Hari itu setiap PK menjelaskan tentang peraturan-peraturan MOS dan barang-barang apa saja yang harus dibawa. Setiap siswa setiap hari wajib membawa 2 buku tulis berisi 58 lembar bermerk sidu dengan sampul sesuai kelas, bolpoint faber castell SMADABO, mengenakan pita untuk putra dibuat dasi serta putri digunakan untuk mengikat rambut dengan panjang&lebar telah ditentukan, membuat nama meja berbentuk segitiga, membuat kartu nama peserta MOS menggunakan kertas buffalo tanpa dilaminating, membuat tas MOS terbuat dari kardus air minum gelas, tali rafia berdasarkan kelas, tas dilapisi kertas putih dari kalender, sandal swallow digantung di tas. Kemudian untuk tas bagian belakang diberi foto hitam putih 3x4 1 lembar untuk pojok kanan atas dengan bagian bawah terdapat tulisan SMADABO A Great Place TO be Smart. Berbeda dengan tahun lalu, tahun ada tambahan lagi. Setiap siswa disuruh mencari makna barang apa saja yang harus dibawa, seperti 1000 biji matahari di bawah mata sapi kero ke kiri dibungkus daun pisang, membawa air mineral 1000 ml dalam bentuk botol/gelas tanpa merusak segel dari toko. Kemudian setiap hari membawa koran kompas/ jawa pos, mengenakan kalung dari permen relaxa unu/expresso, membuat nama dari bungkus permen relaxa di kertas karton. Untuk hari ke-3 masihada tuntutan yaitu setiap siswa harus membawa 2 batang coklat silverquen ukuran sedang/besar, 2 permen lolipop alpenlibe rasa terserah, membuat surat cinta berisi saran dan kritik untuk kakak-kakak Panitia MOS, membawa uang maksimal 7 ribu berupa uangkertas seribuan dan membawa wadah berkat (baskom)yang berlubang berwarna merah bertali rafia. Setelah diberi penjelasan, semua peserta MOS dan panitia dipersilahkan pulang agar kondisi ketika MOS tetap fit.
Hari yang dinanti pun akhirnya tiba juga. Semua peserta MOS dengan pakaian gaya baru dengan pedenya memasuki SMADA. Mereka terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Hari pertama (13/07),tepatnya pukul 07.15 upacara Pembukaan MOS. Berbagai puji syukur sekaligus motivasi semangat belajar dilontarkan Bapak Drs. Nurali selaku The Master of SMADA kepada siswa baru. Setelah upacara, semua peserta MOS digiring memasuki kelas masing-masing guna mendapatkan materi Tata Tertib Sekolah, Adi Wiyata, Pengenalan Diri Siswa dan Pengenalan Program Sekolah dari bapak ibu guru. Materi pertama berlangsung dari pukul 08.30-09.30 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan istirahat. Bagi para siswa baru , waktu istirahat tidak digunakan untuk bersenang-senang. Mereka berusaha mendapatkan 15 tanda tangan dari 40 Panitia MOS, 5 guru serta 10 teman baru. Tidak terasa waktu terus berlalu dan acara terus berjalan. Materi ke 2&3 dimulai dari pukul 10.00-11.45 WIB. Kemudian para siswa diberi waktu untuk rileks karena Panitia Keamanan segera beroperasi. Panitia Keamanan masuk per kelas unutk meneliti barang-barang MOS sudah benar apa belum. Dobrakan salam dari Ketua OSIS mengagetkan semuanya termasuk PK (Pembimbing Kelas). Wajah yang semula santai berubah menjadi tegang. Satu persatu siswa terjejer rapi di luar kelas karena melakukan kesalahan. Bahkan ada juga yang sampai menangis saking takutnya. Setelah diberi latihan mental (dimarahi), peserta MOS dipersilahkan masuk lagi ke kelas dengan posisi menunduk. Beberapa ancaman pun terlontar dari Panitia Keamanan jika melakukan kesalahan di hari ke-2. Begitu keluar dari kelas, para siswa bernafas lega. Mereka mencoba mencari kesalahan sera membenahinya. Setelah satu persatu kelas dimasuki Panitia Keamanan, kegiatan selanjutnya isoha (istirahat, sholat,makan). Istirahat ke-2 ini tetap digunakAn para siswa meminta tanda tangan. Sementara itu, Sie Permainan dari OSIS menyegarkan suasana dengan mengisi permainan yang menghibur. Alhasil semuanya tertawa riang gembira. Pukul 15.00 WIB, kegiatan bersih-bersih dimulai. Sebelumnya Panitia MOS sudah membagi daerah yang akan dibersihkan siswa per kelas. Seperti contohnya, siswa X-4 membersihkan arena depan parkir sepeda pancal. Selama 30 menit bersama PK kegiatan tersebut berjalan lancar. Selanjutnya siswa masuk ke kelas lagi untuk persiapan pulang. Karena dari awal waktunya sudah molor, akhirnya pulangnya pukul 15.30. Berbagai komplain pun membludak, terutama orang tua siswa yang telah menunggu sejak siang tadi. Ketika semua siswa pulang, para Panitia MOS berkumpul di kelas XI-IA 1 untuk mendapatkan pengarahan+evaluasi dari P.Muchsin mengenai kegiatan MOS di hari 1. Setiap PK melaporkan kegiatan apa saja yang terjadi di kelas. Pukul 16.30, rapat selesai dan panitia diperbolehkan pulang.
Di hari ke-2 MOS berjalan sesuai kenginan. Pukul 07.00 WIB, para peserta digiring ke lapangan basket untuk apel pagi. Kemudian dilanjutkan materi PBB dengan pembimbing kakak-kakak OSIS. Dalam kegiatan itu, para peserta diajari cara berbaris dengan baik dan benar. Sekitar waktu 08.30 WIB, peserta dimasukkan ke kelas untuk menerima materi dari guru seperti kemarin. Istirahat pun berlangsung pada pukul 09.30 WIB. Seperti biasa waktu istirahat digunakan meminta tanda-tangan, karena maksimal harus mendapatkan 35 tanda tangan. Kalau tidak, siap saja terkena hukuman dari Panitia Keamanan. Dua puluh menit berlalu, siswa kembali mendapat materi hingga pukul 11.45 WIB. Kemudian 15 menit diberikan siswa agar mempersiapkan diri menghadapi Panitia Keamanan. Suara keras mengagetkan menjadi simbol Panitia Keamanan ketika memasuki kelas. Setelah bertegang tegangan giliran Sie Permainan untuk menghibur. Pada waktu 13.15 WIB, waktunya ishoma. Setiap siswa bergiliran untuk sholat dan tadarus alqur'an. Kurang lebih pukul 14.30 WIB perkelas mendapatkan materi di ruang multimedia dengan dipandu Bapak Prawoto. Materi kali ini bebeda, yaitu tentang pentingnya SDA yang berupa air. Dalam sela-sela pemberian materi, Bapak Prawoto juga membagikan majalah+stiker ultah web SMADA ke-2. Hadiah itu berhak didapat kepada siswa yang berani menjawab pertanyaan. Setelah selesai,para siswa berganti atasan putih untuk melaksanakan bersih-bersih. Kemudian pukul 15.30 WIB peserta MOS dipersilahkan pulang. Tetapi bagi panitia harus berkumpul terlebih dahulu untuk mengevaluasi kegiatan MOS di hari ke-2. Pukul 16.15 Panitia MOS baru diperbolehkan pulang.
Rabu (15/7) merupakan hari terakhir MOS di SMADA. Pagi itu para peserta MOS tidak lupa melaksanakan apel pagi. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Outbond yang berlangsung pukul 17.30-11.00 WIB. Semua siswa baru tampak senang ketika mengikuti acara itu. Mereka merasa lega walaupun sesaat karena sehabis ini masih ada Keamanan. Sekitar 15 menit beristirahat, tiba saatnya Panitia Keamanan berkuasa. Untuk terakhir kali ,ketegasan serta hukuman yang diberikan Keamanan tidak terlalu berat. Mereka sengaja akting marah dengan ujungnya minta ma'af. Bahkan ada juga yang begitu terharu sampai menitihkan air mata. Setelah itu PK memasuki kelas masing-masing untuk mengomando anak buahnya mengumpulkan coklat sekaligus surat cinta. Sementara peserta MOS istirahat, kakak-kakak Panitia sibuk mempersiapkan diri menghitung coklat dan persiapan PENSI. Istirahat kali ini memang benar-benar istirahat. Pasalnya siswa tidak ada lagi yang mengurusi tanda tangan. Mereka semua bersenang- riang karena MOS akn selesai. Pukul 14.30, para siswa sekaligus panitia menuju ke lapangan basket. Sebelum PENSI, acara yang tidak kalah seru adalah ajang balas dendam adik-adik kelas kepada Panitia MOS. Kegiatan ini berjalan seru dan menyenangkan. Kemudian pukul 16.00, PENSI dimulai. Penampilan dari adik-adik kelas turut mengisi kegiatan tersebut. Tidak lupa lagi sambutan-sambutan Bapak Kepala Sekolah, Ketua OSIS periode 2008/2009 dan mantan Ketua OSIS periode 2008/2009 juga menambah kehebohan PENSI. PENSI kali ini tidak seperti tahun lalu karena ada beberapa penampilan tidak ditampilkan disebabkan waktunya sudah sore. Sebagai penutup, pengumuman kakak ter-ter telah disampaikan. Acara berikutnya yaitu upacara penutupan MOS. Semua adik-adik kelas, seluruh Panitia MOS serta bapak ibu guru berbaris rapi di depan kantor guna bersalam-salaman meminta ma'af. Tetesan air mata pun juga tak terbendungakan. Semoga hari ini menjadi kenangan terindah awal masuk SMADA tercinta ini. Jadikanlah hari ini lebih baik dari hari kemarin. Sukses terus semuanya.
Kamis, 07 Mei 2009
Saatnya Nomor Satu
Gemuruh suara pendukung lomba Cerdas Cermat memadati Pendopo Bojonegoro. Tampaknya akan ada persaingan ketat kali ini. Jum'at (1/05) wajib dikenang sepanjang masa. SMADA kembali mengikuti Lomba Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan Tingkat SLTA Se- Kabupaten Bojonegoro. Berbeda dengan kemarin, SMADA harus menghadapi lawan dari SMK Bima dan SMAN 1 Bojonegoro. Seperti biasa, Elaine (X-1), Baktiyar (XI IA-1) dan M.Faris (XI IA-1) menjadi wakil sekolah dengan motto "A Great Place to be Smart". Tidak ketinggalan pula, hampir seluruh ibu bapak guru menyaksikan perlombaan ini, termasuk "The Head Master" of SMADA, Bapak Nurali. Kehadiran orang nomor wahid di Bojonegoro (Bapak Bupati Suyoto) menambah riuh studio 1 Pendopo. Beliau turut memberikan pertanyaan terhadap peserta lomba dalam session pertanyaan terhormat. Untuk soal itu, SMADA hanya meraup skor 25, sedangkan SMASA 40, SMK Bima 25 dan skor 10 diberikan kepada Lamidi (tukang becak) yang dibuat lelucon mengawali perlombaan . Perjuangan belum berakhir, session ke 2 adalah pertanyaan wajib sebanyak 10 yang dilontarkan juri. Dengan penuh keyakinan, Elaine,Baktiyar serta Faris berusaha menjawab pertanyaan dengan benar. Boleh bangga, di sesi ke 2 SMADA berkibar diantara sekolah lain. Skor 1075 berhasil diraih. Persaingan semakin memanas, karena SMASA mengeluarkan tril khusus untuk membalas kekalahannya, dalam sessian ke-3 (babak adu cepat). Bisa diakui, sessi ke-3, SMASA lah yang cepat tanggap, tetapi juga banyak melakukan kesalahan. Melihat aksi itu, SNADA tidak ambil diam. Berusaha sebisa mungkin menjawab pertanyaan dengan tepat. Setelah session ke-3, dilanjutkan 4 pertanyaan terhormat lagi yang disampaikan oleh Rektor UT dari Surabaya,Kepala Dinas Kabupaten Bojonegoro, Wakil Bupati dan Kesbanglinas Infokom. Hingga akhirnya perlombaan dimenangkan oleh SMAN 2 Bojonegoro dengan skor 1205, sedangkan SMAN 1 Bojonegoro 690 dan SMK Bima 575. "Saya merasa bangga atas kemenangan ini. Tidak sia-sia memberikan bimbingan 3 bulan sebelumnya. Semoga kesuksesan SMADA terus berlanjut, " ungkap Bapak Siswanto selaku Pembina lomba.
Rabu, 15 April 2009
Di Sekolah kan Bisa?
Tugas ZZ 6
Pendidikan, suatu hal pokok yang wajib dimiliki semua anak. Dimulai dari TK, SD, SMP,SMA hingga Perguruan Tinggi mampu menjadikan anak memperoleh pendidikan maksimal. Berbekal pendidikan, kita dapat membedakan anak bermoral dengan yang tidak. Akan tetapi, dari tahun ke tahun sesuai perkembangan zaman globalisasi, pendidikan di Indonesia tak tentu arah. Banyak kecurangan di sana sini menyebabkan Indonesia lambat laun terpuruk.Ketidakdisiplinan dan kurangnya sanksi tegas, merupakan penyebab semua itu. Bagi para pelajar, yang satu ini mungkin tidak dapat dipisahkan. Pasti semua pernah melakukan, bahkan ada juga yang sampai ketagihan. "Mengerjakan PR di Sekolah", jawabnya. Hal ini sering disebut adat anak sekolah selain menyontek dan ngrepek saat ulangan. Meskipun berdampak buruk, tetapi tetap dilakukan.
PR awalnya merupakan tugas yang diberikan guru setelah beliau memberi pengajaran. Waktu mengerjakannya di rumah, bukan di sekolah. Tujuan PR sendiri agar kita mau belajar, mengulang pelajaran lalu dan yang akan datang.Ada juga siswa yang malas mengerjaknnya. Salah satunya "Fr". "Saya itu malas sekali mengerjakan PR, lebih baik sms'an. Jujur, PR itu bagi saya sangat memberatkan. Menyontek teman di kelas kan bisa?Ngapain susah-susah?", cerocosnya panjang lebar. Beda lagi dengan cewek berambut panjang, Upik namanya. Si Upik ini tergolong anak rajin karena tercatat jarang mengerjakan PR di sekolah. Dia lebih memilih mengerjakan PR di rumah. "Menurutku, PR itu sangat perlu bagi pelajar. Pelajar kan tugasnya belajar belajar dan belajar. Dari pada waktu terbuang sia- sia untuk sms'an?", ungkapnya serius.. Upik juga mengatakan jarang suka memberi contekan kepada teman-teman. Bukannya sombong, akan tetapi jika dikerjakan sendiri hasilnya akan lebih puas, meskipun nantinya ada yang salah. Dia menambahkan jika di dunia ini semua guru killer-killer dan memberi hukuman berat kepada siswa yang mengerjakan PR di sekolah, dipastikan semua siswa akan mengerjakan PR di rumah.
Pendidikan, suatu hal pokok yang wajib dimiliki semua anak. Dimulai dari TK, SD, SMP,SMA hingga Perguruan Tinggi mampu menjadikan anak memperoleh pendidikan maksimal. Berbekal pendidikan, kita dapat membedakan anak bermoral dengan yang tidak. Akan tetapi, dari tahun ke tahun sesuai perkembangan zaman globalisasi, pendidikan di Indonesia tak tentu arah. Banyak kecurangan di sana sini menyebabkan Indonesia lambat laun terpuruk.Ketidakdisiplinan dan kurangnya sanksi tegas, merupakan penyebab semua itu. Bagi para pelajar, yang satu ini mungkin tidak dapat dipisahkan. Pasti semua pernah melakukan, bahkan ada juga yang sampai ketagihan. "Mengerjakan PR di Sekolah", jawabnya. Hal ini sering disebut adat anak sekolah selain menyontek dan ngrepek saat ulangan. Meskipun berdampak buruk, tetapi tetap dilakukan.
PR awalnya merupakan tugas yang diberikan guru setelah beliau memberi pengajaran. Waktu mengerjakannya di rumah, bukan di sekolah. Tujuan PR sendiri agar kita mau belajar, mengulang pelajaran lalu dan yang akan datang.Ada juga siswa yang malas mengerjaknnya. Salah satunya "Fr". "Saya itu malas sekali mengerjakan PR, lebih baik sms'an. Jujur, PR itu bagi saya sangat memberatkan. Menyontek teman di kelas kan bisa?Ngapain susah-susah?", cerocosnya panjang lebar. Beda lagi dengan cewek berambut panjang, Upik namanya. Si Upik ini tergolong anak rajin karena tercatat jarang mengerjakan PR di sekolah. Dia lebih memilih mengerjakan PR di rumah. "Menurutku, PR itu sangat perlu bagi pelajar. Pelajar kan tugasnya belajar belajar dan belajar. Dari pada waktu terbuang sia- sia untuk sms'an?", ungkapnya serius.. Upik juga mengatakan jarang suka memberi contekan kepada teman-teman. Bukannya sombong, akan tetapi jika dikerjakan sendiri hasilnya akan lebih puas, meskipun nantinya ada yang salah. Dia menambahkan jika di dunia ini semua guru killer-killer dan memberi hukuman berat kepada siswa yang mengerjakan PR di sekolah, dipastikan semua siswa akan mengerjakan PR di rumah.
Kunfayakun
Tugas ZZ 5
"Mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya"
Sepenggal lagu Nidji "Laskar Pelangi" menjadi tonggak bagi kita akan wajibnya mempunyai cita-cita (mimpi). Wajib bagaikan hukum sholat umat islam. Tanpa cita-cita orang tidak mengerti untuk apa hidup di dunia. Pasti menganggap "hidup itu enjoy aja", hidup hanya untuk berfoya-foya. Tak ada yang lain. Sekolah pun dianggap tidak berperan di dalamnya. Padahal sekolah merupakan pilihan terbaik meraih cita-cita. Untuk menentukan cita-cita itu sebenarnya mudah. Hal ini dapat dilakukan melalui pengamatan tentang hobi kita masing-masing. Dari situlah kita sedikit mengetahui arah cita-cita kita. Sebut saja kebiasaan bermusik. Jika dari awal sudah mempunyai bakat memainkan alat musik, untuk meneruskan cita-cita menjadi musisi akan semakin mudah. Lain lagi dengan cita-cita menjadi wartawan, yang dimulai karirnya dari kebiasaan menulis, dan masih banyak lagi.
Banyak sekali macam cita-cita yang kita inginkan. Diantara menjadi musisi, wartawan,guru, dokter, cita-cita yang satu ini mempunyai tantangan lebih besar. Polwan, jawabnya. Menurut Bapak Bambang Priyono (selaku Anggota Kepolisian Kepoh Baru) mengatkan,"Tahun lalu lebih dari 100 pencaftar Polwan, yang diterima hanya 2 orang per Kabupaten. Saingannya memang banyak dan setiap tahun selalu bertambah. Persyaratan dipersulit,antara lain tinggi badan minimal 160 cm. Itu pun harus sehat jasmani dan rohani, pintar, lulus tes kesehatan, kaki lurus ,tidak memakai kacamata, gigi tidak berlubang dll. Sebelum benar-benar ingin masuk Polwan, perlu disiapkan mental dan fisik yang kuat, agar jika tidak masuk kita akan stres/down.
Semua cita-cita di atas dapt tercapai, asal dengan syarat niat, berusaha semaksimal mungkin dan berserah diri kepada Dzat Yang Maha Kuasa. "Kunfayakun" artinya "Terjadilah maka terjadilah".
"Mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya"
Sepenggal lagu Nidji "Laskar Pelangi" menjadi tonggak bagi kita akan wajibnya mempunyai cita-cita (mimpi). Wajib bagaikan hukum sholat umat islam. Tanpa cita-cita orang tidak mengerti untuk apa hidup di dunia. Pasti menganggap "hidup itu enjoy aja", hidup hanya untuk berfoya-foya. Tak ada yang lain. Sekolah pun dianggap tidak berperan di dalamnya. Padahal sekolah merupakan pilihan terbaik meraih cita-cita. Untuk menentukan cita-cita itu sebenarnya mudah. Hal ini dapat dilakukan melalui pengamatan tentang hobi kita masing-masing. Dari situlah kita sedikit mengetahui arah cita-cita kita. Sebut saja kebiasaan bermusik. Jika dari awal sudah mempunyai bakat memainkan alat musik, untuk meneruskan cita-cita menjadi musisi akan semakin mudah. Lain lagi dengan cita-cita menjadi wartawan, yang dimulai karirnya dari kebiasaan menulis, dan masih banyak lagi.
Banyak sekali macam cita-cita yang kita inginkan. Diantara menjadi musisi, wartawan,guru, dokter, cita-cita yang satu ini mempunyai tantangan lebih besar. Polwan, jawabnya. Menurut Bapak Bambang Priyono (selaku Anggota Kepolisian Kepoh Baru) mengatkan,"Tahun lalu lebih dari 100 pencaftar Polwan, yang diterima hanya 2 orang per Kabupaten. Saingannya memang banyak dan setiap tahun selalu bertambah. Persyaratan dipersulit,antara lain tinggi badan minimal 160 cm. Itu pun harus sehat jasmani dan rohani, pintar, lulus tes kesehatan, kaki lurus ,tidak memakai kacamata, gigi tidak berlubang dll. Sebelum benar-benar ingin masuk Polwan, perlu disiapkan mental dan fisik yang kuat, agar jika tidak masuk kita akan stres/down.
Semua cita-cita di atas dapt tercapai, asal dengan syarat niat, berusaha semaksimal mungkin dan berserah diri kepada Dzat Yang Maha Kuasa. "Kunfayakun" artinya "Terjadilah maka terjadilah".
Langgan:
Entri (Atom)