This nice Blogger theme is compatible with various major web browsers. You can put a little personal info or a welcome message of your blog here. Go to "Edit HTML" tab to change this text.
RSS

Selasa, 27 Juli 2010

Hari Ini

Rintikan hujan mulai menyapa
Mengabarkanku tentang segala keindahan
Rasa penat yang ada di dalam dada
Jeritan tangis yang segera akan tumpah
telah terwakilkan olehnya
Memang… . .
Akhir-akhir ini aku selalu sedih
Penyamaranku untuk bersembunyi tak ujung jua
Gagal dalam kehimpitan..
Mentari di ujung sana seolah senasib denganku
Malu-malu bahagia ….
Menampakkan seberkas cahaya
Yang utuhnya begitu diperlukan
Bongkahan batu itu…
Sebenarnya basah oleh air
Tapi telah menopangku duduk merasakan
suasana hati
Bersama keluarga kecilku
Semoga hari ini menyenangkan
Mengawali indahnya kehidupan

Senin, 07 Juni 2010

BALI HOT


Baru sempat menuangkan tulisan hari ini.5 hari wisata ke Bali, perasaan capek,senang kecewa bercampur menjadi satu. Semua itu siap menambah kenangan indah seusai kelulusan kelak. Terselip kekhawatiran juga sebelum go to Bali, ini adalah ujung kebahagiaan SMA karena ulangan-ulangan dan UNAS kelas XII akan segera datang. “Jangan dipikir dulu dech…malah stress aku,”batinku mulai menanggapi. Satu jam menjelang keberangkatan, rasa deg-degan pastinya ada, nggak nyangka keinginan menginjakkan kaki di Bali akhirnya terwujud. Berbagai persiapan mulai dari barang apa saja yang harus dibawa, peralatan mandi, sholat, perlengkapan cewek dan snack pun tidak boleh tertinggal. Aku dan maya berkumpul di sekolah bareng Oni. Dia menawarkan sekalian aja pakai mobilnya, nanti dijemput di gang Ade Irma. Lumayanlah…niatan naik becak terhapus sudah. Bisa ngirit uang…kan anak kost. Sesampainya di gerbang sekolah, ternyata teman-temanku sudah banyak yang ngumpul. Mereka asyik bercanda dan bertanya sejauh apa persiapan ke Bali. Wuih…suasana SMAda kali ini beda banget. Seorang lelaki di depan lab. komputer sedang mengamati keadaan sekitar sembari memegang lembaran kertas dari muridnya. Dan itu adalah Pak Pra. “Mati aku…tugaku zig-zag ketinggalan di kost. Nggak mungkin kembali ke kost, apalagi tidak lama kemudian bis akan berangkat. Ya wis lah…pasrah aku. Kira-kira dihukum apa ya sama Pak Pra??”.
Tepat pukul 12.30 WIB,rombongan wisata kami baru berangkat. Kebetulan aku sebis sama anak IS 1 dan IA 4. Keceriaan tergambar dari wajah teman-temanku tetapi untukku dan penghuni IPA 1 lainnya tidak begitu. Kami sebis tidak sebis dengan anak IS 2 yang kebanyakan kami kenal. Yach…inilah nasib kami, tidak beruntung seperti bis 1. Pertama kali di dalam bis, suasana sunyi, sepi dan tidak nyaman. Setiap kelas berkumpul sendiri-sendiri dengan kelasnya alias tidak berbaur dengan yang lain. Kaku banget rasanya. Tetapi fakta berbalik, cowok bernama Ojan dari IS maju menyodorkan kaset kepada kernerk bermaksud dilihatkan ke semua penumpang bis. Dimulai dari sinilah semua tertawa melihat keseharian anak IS yang direkam. Suasana di bis sedikit berubah. Untuk selanjutnya kami bisa berbaur dan bercanda bersama. Di tengah perjalanan juga dihebohkan adanya bau kentut. Sialan siapa pelakunya?? Bau banget. Waktu di bis juga kami habiskan dengan tidur,karaokenan dan melihat film horror yang menurutku tidak seram. Untuk pertama kali rombongan berhenti di masjid (namanya lupa) untuk melaksanakan ibadah secara bergantian. Setelah itu bis meluncur lagi dan singgah di Rumah Makan Putra Jatim. Disana teman-temanku berselingan, ada yang makan dulu,pergi ke toilet dan beribadah. Ada juga lo yang makan ditemani oleh pacarnya. Ceweknya pakai jaket merah dan tersipu malu. Aduch…so sweet. Temanku yang lain rese banget, memotret pasangan itu dari jauh.haha… Seusai dari RM, bis berjalan lagi untuk nyebrang di Ketapang Banyuwangi. Tidak sadar, aku di aku dibangunkan sama Anita,teman satu bangkuku karena tiba di Paiton,pusatnya penerangan. Subhanallah…bagus sekali. Wilayah itu dikelilingi banyak lampu yang berjejeran. Unfortunatelly, kami tidak boleh turun dan mengabadikan wilayah itu dari dekat,bis pun dilarang berhenti. Disamping jalannya sempit, beberapa waktu lalu juga terjadi kecelakaan di daerah itu 1 bis terbakar. Terpaksa kami bisa menyaksikan keindahan di balik kaca jendela. Pukul 00.00 WIB, bis tiba di Pelabuhan Ketapang,kita diwajibkan turun dari bis dan berdiri di atas kapal. Tak lupa barang-barang berharga harus ada di tangan dan jangan diletakkan di sembarang tempat. Selama di kapal. Partnerku adalah Winda. Kami berdua menjelajahi ruangan kapal mulai dari bawah,dalam hingga bagian atas. Tepat pada bagian atas, sangat sejuk dan dingin. Angin yang berhembus terasa santai mengalir. Aku juga sempat bermain Titanic-titanican , tetapi sama Winda.hehe..Narsis juga lo dengan pak Bos. Dia menyeramahi soalnya aku nggak pakai jilbab.hahaha. Sampai di Tanah Lot sekitar pukul 06.30 WITA sesuai jam Bali. Bergegas mengambil peralatan mandi dan menunda ke pantai. Seusai mandi aku, Ova, Della, Ma’e, Duo Dhea baru berangkat menuju pantainya. Nampak seperti Parang Tritis , tetapi setelah masuk wilayahnya beda banget. Aku pun kagum,”O….ini to yang namanya Tanah Lot”,ucapku pelan agar tidak terdengar yang lain. Apesnya Ma’e mendengar,” Dasar wong ndeso,” jawabnya sambil tertawa lebar. Di sekitar pantai masih berserakan bunga-bunga layaknya terpasang terop tanda daerah itu habis digunakan perayaan galungan. Pemandangan Tanah Lot keren abis, di tengahnya terdapat pure yang mungil. Kami bernarsis ris di tebing dimana belakang kami ombak sedang bergelut melawan angin. Sempat juga berfoto dengan orang Bali yang membawa nampam di atas kepala. Ketika akan kembali ke bis,kami sekelompok dikejar-kejar dengan orang yang membawa ular besar di atas kepala. Ketakutan pun melanda hingga aku hampir terjatuh saking merindingnya. Acara selanjutnya adalah makan nasi pecel khas Bali dan bersiap menuju Bedugul. Sesampainya di Bedugul aku, Winda, Duo Dhea, Anita dan Della naik kapal boat bersama. Kami bersama guidenya mengelilingi danau yang luar biasa indahnya. Kabut tebal seolah menjadi ciri khas daerah itu. Kesempatan singgah di Puri Bedugul tidak aku abaikan. Seperti biasa,foto bersama teman-teman membuatku sangat senang. Ketika akan pulang tiba-tiba hujan turun derasnya. Beruntung boat yang aku tumpangi ada penutupnya jadi tidak basah. Sedangkan temanku yang lain basah kuyup. Seru juga sich melihat penderitaan temanku disituasi saat ini. Pukul 12.00 WIB, rombongan menuju ke losmen tepatnya di GTS. Kami diberi waktu istirahat sambil menata barang-barang bawaan. Cukup tidak memuaskan losmen tersebut bagiku. Lantainya agak kotor dan bantalnya bau. Kebetulan aku sekamar dengan Winda dan Tika alias sama-sama anggota redaksi Zigzag. Kami bertiga sepakat untuk tidak menggunakan vantal ketika tidur nanti.Sekitar pukul 16.00 WIB, kegiatan berlangsung di Krisna serta Jangkrik. Di Krisna teman-temanku sibuk berbelanja oleh-oleh untuk keluarganya tetapi aku tidak. Soalnya aku berfikiran berbelanja di Pasar Seni Sukowati dan Joger. Setelah itu berangkat ke Jangkrik sebuah tempat yang terkenal dengan Museum Kartun. Disana juga menjual berneka ragam pin, baju dan sebagainya tetapi tetap dengan ciri khas kartunnya. Seusai itu,rombongan SMADA kembali lagi ke losmen untuk beristirahat. Waktu itu pukul 22.00 WITA. Semua anak bergegas masuk ke kamar masing-masing untuk mandi dan tidur. Bergantian mandi pastinya, tidak boleh berebut. Setelah selesai semua, aku dan Winda sengaja tidak langsung tidur,kami usil ngerjain Tika dan bergaya mbento. Winda dengan gaya khasnya bernyanyi menggunakan sapu dan sintingnya juga tubuh Tika digunakan layaknya kuda. Dienjot-enjot terus.hehe. Sedangkan aku berteriak-teriak layaknya orang kesurupan.hahaha. Melihat itu Tika hanya berkata,”Dasar wong edan.obatmu entek ye?”. Kami berdua pun hanya senyam-senyum sendiri.
Keesokan harinya, tujuan wisata kami adalah Pantai Sanur. Sebelum menuju pantai kusempatkan untuk mengabadikan dengan anak-anak Resip1entlainnya. Aku juga senang sekali bisa jalan berdua dengan Arinda,sang Pujaan Hati. Tidak lupa foto-foto lah,sebagai kenang-kenangan. Kemuadian diteruskan ke Tanjung Benua dan naik kapal boat bersama Arinda juga. Senangnya. Rombonganku yang terdiri dari Ova, Della, Anita, Ma’e, Ajib, Bagus, Alfin, Mita dan Wahyu menyinggahi Pulau Penyu. Disana kita bisa melihat satwa yang menurutku sangat jelek. Perlu diketahui juga sich Pulau Penyu itu wahana yang paling murah.hehe. Seusai itu mampir ke Puja Mandala untuk melakukan ibadah. Setelah itu ke tempat wisata lain yaitu Dreamland. Ini adalah tempat paling mengasyikkan bagiku. Sebuah pantai yang ada bukitnya. Awalnya aku dan teman-teman foto di atas bukit dengan berbagai pose. Tidak lama kemudian Arinda menyusulku dan mengajakku berjalan di tepi pantai. Aku pun senang sekali. Kita foto-foto bareng dan bergandengan tangan. Ditambah suasana yang panas tetapi sejuk. Tanpa sadar aku juga bersandar di bahunya sambil bercerita seru . Dunia seperti milik kita berdua.Yang paling berkesan bagiku dan dia adalah tempat ini akan kenangan terindah selamanya. Arinda juga melekatkan jari kelilingnya di tanganku dan mengatakan,”Semoga hubungan kita abadi dan aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama,”ucapnya kepadaku. “Iya sayang…semoga saja itu akan terbukti,”balasku kepadanya. Aku juga sempat membuat tulisan di tepi pantai yang kemudian difoto Arinda. Setelah itu aku bergabung lagi dengan temanku lain sedangkan Arinda asyik dengan berbasah-basah ria. Tiba-tiba guruku menyerukan agar para murid segera kembali ke bis karena hari akan hujan. Sesampainya di bis dihebohkan dengan berita,”Tas Awang hilang”. Semua panik termasuk pemiliknya.”Ada barang berharga di tas itu,”tuturnya sambil kebingungan. Mata Awang bekaca-kaca kalau sampai tasnya benar-benar hilang. Setelah dicari sna-sini ternyata tas Awang dibawa oleh Rodli. Akhirnya semua menyalahkan Awang karena dia tidak berhati-hati menaruh barang bawaan. Kaget lo melihat Awang menangis, nggak nyangka juga.hehe. Rombongan meluncur di Jangkrik untuk melaksanakan acara perpisahan. Sekalian makan malam dan setiap kelas menampilkan band. Ini untuk pertama kalinya aku jadi vocalis dadakan. Saat semua kelas sudah tampil tinggal penampilan dari IPA 1 yang belum. Pembawa acara berharap IPA 1 segera mempersiapkan diri. Berbekal keberanian akhirnya Aku, Atub dan Assayid maju. Aku sebagai vocalis, Atub memainkan gitar serta Assayid memainkan drum. Lagu yang kami persembahkan saat itu dari Kotak , Masih Cinta. Sebenarnya malu juga, nggak pernah latihan kok manggung. Apalagi suaraku lumayan hancur.hehe. Ketika sampai di tengah lagu ada hal yang benar-benar lucu dan memalukan. Stik drum yang dipegang Assayid jatuh dan gitar yang dimainkan Atub mati. Semua penonton tertawa dan aku pun berusaha untuk tidak tertawa dan tetap melanjutkan nyanyi. Sungguh pengalaman memalukan yang tak terlupakan. Rombongan tiba di losmen sekitar pukul 23.00 WITA.
Hari terakhir tujuan kami pertama yaitu Pasar Seni Sukowati. Disini aku sibuk dengan oleh-oleh untuk keluargaku. Karena waktu berbelanja cukup singkat aku hanya membeli baju daster, baju untuk adekku, celana untuk kakak,ayah,sahabatku dan gantungan kunci untuk teman-temanku. Setelah itu mampir di Cahayu, Pusat Oleh-oleh Khas Bali. Disitu aku membeli kacang Bali yang banyak khasiatnya dan oleh-oleh lainnya. Capek sich tetapi tetap senang. Setelah itu ke Joger dan Kute. Tidak seperti yang kubayangkan Joger tempatnya sesak penuh dengan pembeli yang berebut baju. Kata guidenya kalau hari Sabtu ya seperti ini. Aku pun nyerah hanya mendapat baju 2 dan sepasang sandal. Segera kutitipkan ke temanku untuk dibayarkan karena antrean semakin panjang. Waktu sore baru nyampai Kute. Di pantai ini aku juga berjalan dengan Arinda. Tempat ini tidak seasyik Dreamland. Aku dan Arinda berjalan berdua sambil menyusuri pantai dan berfoto-foto. Aku sempat berkata kecewa karena di Joger tadi tidak ditemani belanja. Akhirnya dia meminta ma’af kepadaku. Tidak terasa waktunya pulang ke Bojonegoro. Setelah berhari-hari bersenang-senang kini saatnya mengabiskan waktu tidur di bis. Keesokan harinya sekitar dini hari itu ketika kapal akan menyebrang Arinda mengajakku untuk disampingnya selama di kapal. Aku senang bercampur sedih karena keadaan dia sakit. Sejak pertama kali masuk kapal kepalanya pusing. Aku pun berharap dia tidak mabuk laut. Dia mengajakku untuk duduk di dalam kapal.kemudian aku menuruti dan menemaninya. Entah mengapa kepalanya semakin pusing. Aku mengajaknya untuk naik melihat laut agar bisa mengurangi rasa pusingnya itu. Hanya beberapa menit Arinda mengajakku untuk turun dan kembali ke tempat semula. Akhirnya dia tidur di pangkuanku. Ketika akan turun aku sebel banget dengan Bu Nyamini. Masak aku minta obat pusing saja beliau berkata tidak punya sambil agak marah.”Makane to kalau di kapal itu jangan duduk di dalam, di luar kan enak nggak mabuk,”tuturnya kepadaku. Aku pun hanya senyam-semyum. Di dalam hatiku nggak tahu ye pacarku itu sedang sakit bu. Dasar‼Huft. Beruntungnya meskipun nggak ada obat, Uli memberiku minyak kayu putih dan segera ku oleskan ke kening Arinda. Semoga cepat sembuh sayang. Rombongan wisata SMADA tiba di Bojonegoro di hari Minggu sekitar pukul07.30 WIB.



nB: di rumah 16.00 WIB
31 Mei 2010

Kamis, 25 Maret 2010

Berlatih Gitar di Waktu Luang,Seru Abizz!!!



Dunia pendidikan itu sangat penting. Seluruh anak Indonesia wajib mengenyamnya selama 9 tahun (biasa disebut wajar 9 tahun) dan untuk yang mampu bias melanjutkan ke taraf lebih tinggi. Hal tersebut dilakukan agar para generasi muda meraih masa depan cerah. Agar tidak mudah dibodohi seperti dahulu ketika dijajah bangsa luar. Sebagai seorang pelajar, makanan pokok sehari-hari adalah belajar. Sedikit sekali siswa yang belajar meskipun besuknya tidak ada PR atau ulangan. Sebagian besar mereka lebih memilih hangout / sekedar berkumpul dengan teman-teman mengisi masa remaja. Rutinitas remaja saat ini biasanya banyak menghabiskan uang. Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan , termasuk satu ini. Berlatih gitar di waktu luang, pastinya seru abizzz!!
Bagi para pemula, bermusik itu memang susah perlu sebuah kebiasaan. Terangsang dari sering mendengarkan lagu kemampuan bermusik dapat terasah. Seperti pisau dengan seringnya diasah maka akan semakin tajam. Khusus untuk alat musik gitar di zaman sekarang tidah hanya cowok saja yang mampu, cewek pun demikian. Berbekal kartu im3 kita bisa mendownload lagu-lagu lama dan baru sepuasnya dijamin murah karena murah itu im3. Tak sekedar itu, info lagu dari luar negeri dapat dengan mudahnya kita ketahui. Tidak terelakkan juga ,tanpa membeli buku latihan gitar sekaligus acordnya lebih efisien memanfaatkan internet karena disana tersedia lirik lagu besera acordnya. Seperti lagu di bawah ini:
Reff:
A f#m
Yaya kita kan terus berlari
Bm E
Yaya takkan berhenti disini
A f#m
Yaya larilah meraih mimpi
Bm E G
Yaya hingga nafas tlah terhenti
Sebait lagu dari grup bang J’Rock Indonesia yang digandrungi para remaja saat ini. Kebanyakan mereka berhobi menulis mencurahkan isi hati lewat banyak tulisan termasuk puisi dan selanjutnya dijadikan lagu terlihat seru bangeettzzz !! Tulisan berbentuk apapun dianggapnya sebagai sahabat sejati dimana teman yang biasanya menemani ngobrol sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Kegiatan bermusok paling mudah dalah bernyanyi. Semua orang pasti bisa melakukannya (dengan tanda kutip “tanpa teknik”). Berbeda dengan gitar, alat satu ini memerlukan ketelatenan menggerakkan jari-jemari. Banyak orang yang pertama kali berlatih tangannya akan sakit (istilah jawanya ngapal). Tangan pasti terasa kaku untuk pindah ke senar lain. Perlu niat serta kesungguhan betul berlatih untuk bias. Istilah senam jari pun tidak lepas dari teknik awal ini. Menggerakkan jari jemari naik turun senar di atas fret membuat tangan semakin lentur & lincah bergerak . Kegiatan tersebut dilakukan secara rutin dan berulang-ulang.
Berlatih gitar di waktu luang juga berdampak positif terhadap otak kita. Setelah seharian penuh otak kiri bekerja secara maksimal, waktunya otak kanan menyeimbangkan. Bermusik salah satu jawabannya. Sarana refresing sekaligus penghibur diri ini dapat digunakan melatih bakat/kemampuan kita. Jika berkeinginan menjadi musisi dunia bekerja keras dipastikan akan mudah terwujud. Jangan berkecil hati bagi orang yang minim sekali bakat bermusiknya, masih banyak mimpi-mimpi lain yang harus kita kejar. Tidak disini bakatnya,mungkin di yang lain. Semangat selalu untuk perubahan.